Kapan Kita Kemana?

The green ways to travel around Indonesia

Blog

view:  full / summary

Duta Pariwisata Daerah

Posted by picnicholic on April 29, 2013 at 6:05 AM Comments comments (0)

Apakah kamu tinggal di daerah yg mempunyai potensi wisata dan ingin mengembangkan daerah kamu di bidang pariwisata? Jika iya, mari bergabung dengan PicnicHolic dengan menjadi Duta Pariwisata Daerah.

Apa itu Duta PariwisataDaerah?

Duta Pariwisata Daerah (DPD) adalah salah salah satu ide Picnicholic untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia dengan konsep #GreenTravelnya. Melalui DPD diharapkan kita bisa lebih mengetahui potensi wisata di setiap jengkal Indonesia, mendapatkan informasi ter-update terkait dengan kegiatan kepariwisataan, mendorong masyarakat daerah untuk lebih kreatif dalam memasarkan potensi wisata daerahnya, dan juga mengajak masyarakat berperan serta membangun citra baik terhadap perkembangan kepariwisataan di Indonesia.

Kenapa harus dengan konsep #GreenTravel?

#GreenTravel adalah konsep sederhana yg diadopsi oleh PicnicHolic dalam menjalankan kegiatannya. Green Travel dalam aplikasinya membantu para pelaku wisata (baik traveler maupun EO) untuk lebih aware terhadap dampak negatif yang mungkin timbul karena kegiatan pariwisata, terutama terhadap lingkungannya. Diharapkan melalui DPD, kegiatan Green Travel tidak hanya menjadi konsep semata, namun juga gaya hidup yg bisa diterapkan dimanapun berada. Kerusakan akibat suatu daerah yang dikunjungi dan dieksploitasi terus menerus mungkin saja tidak dapat dihindari, tapi setidaknya kita bisa bersama-sama memperlambat kerusakan yang mungkin timbul

Lalu tugas DPD apa saja?

Tugasnya simpel kok

- Kamu cukup sharing sesuatu yg sekiranya mampu menjadi daya tarik daerah kamu untuk bisa dikunjungi, misalnya:  event budaya, obyek wisata, kuliner, kerajinantangan, permainan tradisional, kebiasaan masyarakat lokalnya,  bahkan cuaca. Bisa kamu share melalui twitter, fb atau social media lainnya. Bisa dalam bentuk foto ataupun artikel singkat.Tugas kami, menshare kembali informasi tersebut sehingga masyarakat bisa mengetahui info terbaru dari sumber yg dapat dipercaya

Sesimpel itu? Iya sesimpel itu. Yang penting kamu konsisten untuk sharing informasi. PicnicHolic saat ini mempunyai lebih dari 22.000 follower yang sebagian besar adalah traveler. Mungkin followernya tidak sebanyak akun lain yang sejenis, tapi bukan berarti informasi yang disebarkan tidak punya pengaruh, bukan?

Kenapa sharing informasi itu penting sehingga perlu adanya DPD?

Saya pernah  membuat trip ke Dieng. Saat itu media mengabarkan Dieng tidak bisa dikunjungi karena adanya letusan gunung. Beberapa peserta trip membatalkan kepesertannya karena takut akan resiko yang mungkin timbul. Saya tetap menjalankan trip tersebut karena menurut pemandu kami Dieng aman untuk dikunjungi. Dan, benar saja, Dieng aman. Yang berbahaya adalah letupan yang berasal dari Kawah Timbang yang letaknya 17 km dari Dieng, yang mana sama sekali tidak membahayakan untuk kawasan wisata Dieng. Namun berita yang berlebihan  dari media membawa dampak buruk bagi kegiatan kepariwisataan di Dieng. Banyak wisatawan yang akhirnya membatalkan kunjungannya dan itu berpengaruh secara ekonomi bagi masyarakat setempat yang memang hidupnya ditanggung dari sektor pariwisata. Disinilah peran DPD diperlukan, memberikan informasi yang tepat dan akurat.

 

Lalu apa keuntungannya menjadi DPD?

Kami tidak menjanjikankeuntungan apa pun karena ini adalah murni sharing informasi. Jika kemudian terbentuk networking antara DPD satu dengan DPD lainnya, atau para penggiat wisata silahkan kalian membuat ide baru yang menguntungkan dan tidak merugikan pihak lain. Kalau DPD mau membuat trip, silahkan. Kami akan bantu juga untuk share kegiatan trip tersebut

Jadi,tertarik untuk join? Syaratnya gampang: Aktif di social media, mempunyai kemauan untuk sharing, mempunyai minat dibidang traveling & fotografi (ga harus mahir lho, minimal bisa moto pake HP lah .. :D), dan konsisten demi kemajuan pariwisata di Indonesia.

Bagaimana caranya bergabung?

Kirim data kamu (nama, tgl lahir alamat, hp, akun twitter) serta alasan kenapa kamu cocok jadi DPD, kirim ke [email protected] Tenang data kamu aman dan ga akan di share kok.. :)

AYOSEBARKAN KEINDAHAN INDONESIA :)

 

Daftar Pengadopsi Terumbu Karang & Mangroves

Posted by picnicholic on April 25, 2011 at 9:19 PM Comments comments (4)

A. Daftar Pengadopsi Terumbu Karang & Mangroves (Umum)

  1. Amalia Idaman Sehan Putri
  2. Amalia Sari Amalia Sari
  3. Ari Dhamayanti
  4. Astriani Liewaputra
  5. Astriani Liewaputra
  6. Aulia Biben
  7. Sudarmi
  8. Bayu Agung Nugroho
  9. Bayu Agung Nugroho
  10. BV Santy
  11. Cicilia Gunawan
  12. Tjhin Ket Fa
  13. Selvi Susanti
  14. Cipta Suryadinata
  15. Denik Haryani
  16. Denik Haryani
  17. Denik Haryani
  18. Denik Haryani
  19. Dhienda Cempaka Shahannaz
  20. Dian Wahyuningrum
  21. Dian Wahyuningrum
  22. Dian Wahyuningrum
  23. Dita Agustia
  24. PRIMADILA
  25. Dyah Kusumaningsih
  26. Endah Bayu Purnawati
  27. Fairus Siera
  28. Fitra Arlem
  29. Galuh Riyadi
  30. Galuh Riyadi
  31. Galuh Riyadi
  32. Galuh Riyadi
  33. Galuh Riyadi
  34. Gita Pratiwi
  35. Ifan Firmansyah
  36. Indah Triani
  37. Indah Triantika
  38. Kartika Dwiyani
  39. Matt Danalan Saragih
  40. Matt Danalan Saragih
  41. Melissa Audry Rampen
  42. Miranda Adriani
  43. Miranda Agustien
  44. Mitra Adriyanti
  45. Monika Saly Detri
  46. Muhammad Wira Putra
  47. Nur Ainun
  48. Putri Anindita Nur Annisa
  49. Ratih Aprilianti
  50. Ratri Irma Sulistyawati
  51. Ria Mareza
  52. A.H Stoop
  53. A.H Stoop
  54. A.H Stoop
  55. A.H Stoop
  56. A.H Stoop
  57. A.H Stoop
  58. A.H Stoop
  59. A.H Stoop
  60. A.H stoop
  61. Jan Stoop
  62. Jan Stoop
  63. Jan Stoop
  64. Jan Stoop
  65. Ria Quist
  66. Ria Quist
  67. Y. Martin
  68. Y. Martin
  69. Y. Martin
  70. Y. Martin
  71. P.C.J Stoop
  72. Sarini Fitriaty
  73. Senja Artika
  74. Senja Artika
  75. Silvia Nasser
  76. Siska
  77. Suhaimi
  78. Suzanne Read
  79. Trianti Kaldera
  80. Uli Natalena Sihombing
  81. Utomo Dhanu Saputra
  82. Yennie Yonge Widjaja
  83. Yennie Yonge Widjaja
  84. Yosua Andri
  85. Yosua Andri
  86. Yulia Rosarina Liman
  87. Yulia Rosarina Liman
  88. Yuni Imelda Mandang
  89. Diah Citra
  90. Diah Citra
  91. Andam Suri Novriani
  92. Nikka Sasongko
  93. Nicholas Bimo Sasongko
  94. O'ok Mudjoko
  95. Nikko Sasongko
  96. Niken Inggit


B. SarwanaErs

  1. Henriette Imelda
  2. Hanny Artha Rini
  3. Jerzy Kelly Oetami Sagala
  4. Anggun Suprobo Dewi
  5. Adiek Sari K
  6. Sukmawati P
  7. Debri Pahlevi
  8. Wulung Prakoso
  9. Maya Kania
  10. Dian Paramitha
  11. Anggun Sugesti
  12. Eka Yuliusa Maryani
  13. Lucia Nancy
  14. Grace M sitorus

C. KiluanErs

  1. Diah Ekarini
  2. Puti Nurleili
  3. Esti Wulandari
  4. Rosanna Sarita
  5. Maria Franscisca
  6. Stefanus Hendra Prasetyo
  7. Dwi Hesti Handayani
  8. Rani Nurwitawati
  9. Siti Parahita Satiti
  10. Maya Amania Djamal
  11. Siska Noverina
  12. Yasmin Indah Lestari
  13. Grace M Sitorus
  14. Lucia Nancy
  15. Puspa Rahmanti
  16. Dina Andryanty
  17. Vara Deliasani
  18. Astri Anisa
  19. Edwin Mulya P
  20. Heny Ekarni

D. KiluanErs 2

  1. Vira Nuri P
  2. Marti Milla
  3. Daksa Adhipati
  4. Tika Sagita
  5. Natalia Juanita
  6. Amelya Setyawan
  7. Fransiska Silvi Indah Sari
  8. Johanes Prihartono
  9. Josia Simanjuntak
  10. Shintya Mellinda
  11. Dian Matarru
  12. Intan Latumahina
  13. Fitri Roswita
  14. Mutiara Hening Kencanawati
  15. Tatha Saragih


E. HarapanErs 1 & 2

  1. Dian Almanto
  2. Ifan Firmansyah
  3. Fahmi
  4. Dimas Prasetyo
  5. Livya
  6. Dwi Kusumandari
  7. Shartika
  8. Yunita
  9. Ellen
  10. Pilar Medina
  11. Siti Parahita Satiti
  12. Destia
  13. Dian Amelia
  14. Fahmi
  15. Shella Simbolon
  16. Guntur Simbolon
  17. Amelia Simbolon
  18. Tiffany
  19. Ica Natalia
  20. Dwi Atmayanti
  21. Hartati Sarma

F. Diengers

  1. Adie M Rahman
  2. Ade Auliya
  3. Husnul Mulka
  4. Nurlaela
  5. Arie Norman R
  6. Merry
  7. Siti Rohmah Maulida
  8. Nada Widya Kemala Dini
  9. Suhaimi
  10. Kevin Kemala Fathony
  11. Bayu Prasetya Mulia
  12. Wida Pratama
  13. Marista Andriyanti
  14. Novi Hemawati
  15. Dwi Hesti Handayani
  16. Monika Septyaningtyas
  17. Sarry Wulandari
  18. Lina Syafitri
  19. Willy Gunary
  20. Putri Asnanawangsih
  21. Ika Diana
  22. Reni Regiminarti Najmiyah sabil
  23. Sukma Setiawan


G. BiraErs

  1. Dwi Hesti Handayani
  2. Grace M Sitorus
  3. Amalia Sari
  4. Pandji Setianto
  5. Ramaniya Shavitri
  6. Indra Djatikusumo
  7. Lucia Nancy
  8. Lisa Novianty
  9. Fandi
  10. Ruth Yoanna Samaria
  11. Prasetyaningtyas
  12. Sekar Ayu Rarastri
  13. Christine Gerhana Putri
  14. Maya Amania Djamal
  15. Siska Noverina
  16. Ina
  17. Tisa Ayu Maharani
  18. Bayu Anindito
  19. Imron Ramadhany
  20. Retno Dewati


H. Body Rafter

  1. Novita Triwahyuni
  2. Astri widyaningtyas Rahardjo
  3. Silvana Margriet Paath
  4. Endah Bayu Purnawati
  5. B. Arditya Jogha Pratama
  6. Satriyo Dwicahy
  7. Wenny Wahyu
  8. Firmansyah Iqbal
  9. Dhianing Pramasari R.
  10. Irfan Yacub
  11. Indra Budi Kurniawan
  12. Dwi Hesti Handayani
  13. Dyah Ayu Puspitasari
  14. Dwi Astutining Rahayu
  15. Rio Seto Wardhana
  16. Suryawaliyunnisa Hanifa S
  17. Dian Raniditia
  18. Yosie Octavia

I. JogjaErs

  1. Fadhila Rahmi
  2. Riana Nurul Husna
  3. Dyah Ratna Buntar Witri
  4. Hanny Artha Rini
  5. Awaludin Suparman
  6. Anggirama Sanjiwani
  7. Marista Andriyanti
  8. Utomo Dhanu Saputra
  9. Achmad Maulana Bisa
  10. Evaliana T
  11. Nurina Febryanti
  12. Rizky Destriana
  13. Dwi Hesti Handayani
  14. Jerzy Kelly Sagala
  15. Amelya Setiawan
  16. Natalia Juanita
  17. Rani Nurwita
  18. Amania Djamal
  19. Siti parahita Satiti
  20. Sisca Noverina

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi teman-teman berpartisipasi dalam menjadikan lingkungan lebih baik. Hal-hal besar selalu dimulai dari yang kecil. Semoga langkah sederhana ini kelak akan bermanfaat besar bagi bumi kita.

Stay Green!!


Kiluan Bay, Dolphin Hunting

Posted by picnicholic on May 9, 2010 at 9:57 PM Comments comments (0)

Another Friday night on the road, this time to a remote place in another island. Kiluan, a small island, one of the island surrounding Lampung, southern part of Sumatra. Kiluan is actually a small bay, and believe it or not, it’s not even mentioned on the map!. Though I’ve never heard of the name until last month, those pictures I saw on someone’s blog capturing its magnificent view stunned me. I can’t stop thinking about coming to that place ever since, those pictures really captivated my mind.  Our journey started from two and a half hour drive from Jakarta to Merak harbor. Then continued by another two and a half hour crossing the ocean heading Sumatra mainland to Bahauheni harbor. Kiluan is located in Tanggamus regency of Lampung province. About five hours drive from Bahauheni harbour or two hours drive from Bandar Lampung. 

The road was not anything we have predicted it would be, although we have been told that it was going to be a tough one, it still shocked us. The last hour of the road was a total off-road, rocky and very narrow, not to mention driving next to cliffs when even a tiny little mistake could mean an insurance claim on your life. The magnificent views along the way were an exception, an additional thrill.

Once we stepped our foot on the bay, those hardship and struggle to get to that place was worth it. The blue and green color of the sea reflected by the sun, the clean water, beautiful beaches surrounded by big rocks and cliffs naturally shaped by ocean waves. The idea of being in a place so beautiful, so remote not even signs of civilization exists. No electricity, no phone, no TV, no radio, not even signal of any mobile operator were found here. Well, what do you expect? The place is not even mentioned on the map.

Less than 300 families live here, Balinese, Sudanese, Javanese gathered in one peaceful harmony. Depending their life as fishermen and farmer. Time changes when people started to come to this remote place, both domestic and foreigners tourist.


Nowadays, most fishermen also rented their small boat for a short dolphin tour.

 

Jukung, a very small boat which only fit for three persons function both as a mean of transportation and a tool to make a living, are rented for dolphin tour around the bay area. Next to a deep ocean made this bay a perfect playground for those beautiful mammals. Those dolphins can easily be found here and that was also our main reason to come. We were lucky indeed to have spotted them playing and jumping around next to our small boats.“There used to be many of them nearer, less than 30 minutes drive we were able to see them if we’re lucky enough. Nowadays, it takes us further to the ocean just to see them dance and not so many of them either now” said our Jukung’s captain. “Especially when we come on a calmer tide and less wave, they would be all over us jumping around after catching their feast” he added.

 

Honestly, it scared me at first, to sail into the wide ocean without any safety, let alone on a tiny boat which only the size of your two thighs put together and standing is not even possible. It made you think of what a great power God has on you, that even a slightest mistake would end your story in the history. And there we were, in the ocean, inside our tiny jukung, with no life-vest whatsoever, watching those dolphins dance. It's priceless and it felt very good. It felt so good I even forget my scary thoughts of our safety, of our crazy scream passing those rocky roads next to the cliffs. Above all that, it was all worth it...

 



Rss_feed

Categories

Share to your friends

Share on Facebook

Reach me

My status
My status

Tweet me

Visitors

Google Translator